ISOMER STRUKTUR SENYAWA HIDROKARBON DAN
SISTIM NOMENKLATUR
Isomer adalah peristiwa dimana suatu
senyawa karbon mempunyai rumus molekul sama tetapi struktur berbeda. Isomer
terbagi menjadi dua bagian besar yaitu isomer struktur dan isomer ruang. Isomer
struktur terbagi lagi menjadi isomer rangka, isomer posisi, dan isomer
fungsional. Sedangkan isomer ruang terbagi menjadi isomer geometri (cis-trans)
dan isomer optis aktif.
A. SISTIM
NOMENKLATUR
Nomenklatur
kimia merupakan sistem penamaan senyawa kimia. Pada awal munculnya kimia
organik, semua senyawa organik yang ditemukan belum diketahui strukturnya,
sehingga untuk mengidentifikasi senyawa tersebut harus diberi nama.Para ahli
kimia memberi nama senyawa organik tersebut lebih ditekankan pada sifat,dan
asal.
Ketika
banyak senyawa yang ditemukan atau yang disintesis terasa makin sukar pada
pemberian nama senyawa organik dengan nama travial. Untuk mengatasi kesulitan
tersebut, para ahli kimia membuat suatu peraturan untuk tata nama kimia organik
tersebut yang dibuat di Jenewa pada tahun 1982. Nama-nama itu disebut sebagai
nama sistematik. Sistem yang dikembangkan tersebut dinamakan sistem nomenkaltur
IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry).
B. ISOMER
STRUKTURAL
Isomer struktural
adalah senyawa dari rumus kimia yang sama tetapi memiliki struktur dan sifat
yang berbeda berdasarkan pada konstituen atom mereka diurut. Isomer struktural
karbon tidak hanya dibatasi pada karbon dan hidrogen, meskipun mereka adalah
contoh paling terkenal dari isomer struktural. Di rumah pun bisa kita temukan
contoh isomer struktural, seperti C3H8O (isopropil
alkohol) atau biasa diidentifikasi sebagai alkohol. Selain itu ada n-propil
alkohol, bahkan eter metiletil. Apa yang membuat kelimpahan bentuk seperti
isomer adalah kemampuan atom dari beberapa unsur terutama karbon, untuk
bergabung satu sama lain. Hal ini disebabkan sifat dari ikatan antara atom. Jenis-jenis isomer struktural:
1. Isomer
Rangka
Merupakan
isomer yang terjadi karena perbedaan rangkanya, biasanya terjadi antara senyawa
rantai lurus dengan senyawa rantai bercabang, bisa pula antar senyawa yang
memiliki cabang, namun berbeda pada posisi dan jumlah cabang.
Contoh:
Butana memiliki dua isomer yairu normal butana (n-butana) dan isobutana
(2-metilpropana).
2. Isomer
Posisi
Adalah
isomer yang terjadi karena perbedaan posisi ikatan rangkap. Isomer ini hanya
terjadi pada hidrokarbon tak jenuh (alkena dan alkuna). Contoh: Butena memiliki
dua isomer posisi yaitu, 1-butena dan 2-butena.
3. Isomer
fungsional
Adalah
isomer yang mengandung gugus fungsional yang berbeda. Contoh: rumus molekul C3H6O
dapat berupa propanal (aldehid) atau propanon (keton).
2. Isomer
Geometri
Adalah
isomer yang disebabkan oleh perbedaan penataan ruang atom-atom dalam molekul.
Isomer geometri hanya terjadi pada senyawa yang memiliki ikatan yang kaku
dengan dua sisi yang berlainan. Isomer geometri hamya terjadi pada senyawa
alkena.
A. ISOMER
ALKANA
Struktur
alkana dapat berupa rantai lurus atau rantai bercabang. Alkana yang mengandung
tiga atom karbon atau kurang tidak mempunyai isomer seperti CH4, C2H6,
dan C3H8, karena hamya memiliki satu car untuk menata
atom-atom dalam struktur ikatannya sehingga memiliki rumus molekul dan rumus
struktur molekul sama.
Contoh:
Senyawa dengan rumus molekul C4H10 mempunyai dua struktur yang berbeda, yaitu:
Kemampuan
atom-atom karbon membentuk ikatan yang kuat dan tabil dengan atom-atom karbon
lain menghasilkan isomer-isomer struktur dengan jumlah yang sangat banyak.
Alkana dengan rumus molekul C5H12 mempunyai tiga isomer
struktur, alkana dengan rumus molekul C10H22 dan C25H52
berturut-turut mempunyai 75 dan 37 juta isomer struktur.
Sehingga
dapat disimpulkan bahwa semakin bertambah jumlah atom C pada rumus molekul
suatu alkana, maka semakin banyak isomernya.





