Rabu, 28 September 2016

PERTEMUAN KE-5


ISOMER STRUKTUR SENYAWA HIDROKARBON DAN SISTIM NOMENKLATUR
            Isomer adalah peristiwa dimana suatu senyawa karbon mempunyai rumus molekul sama tetapi struktur berbeda. Isomer terbagi menjadi dua bagian besar yaitu isomer struktur dan isomer ruang. Isomer struktur terbagi lagi menjadi isomer rangka, isomer posisi, dan isomer fungsional. Sedangkan isomer ruang terbagi menjadi isomer geometri (cis-trans) dan isomer optis aktif.







A.    SISTIM NOMENKLATUR
Nomenklatur kimia merupakan sistem penamaan senyawa kimia. Pada awal munculnya kimia organik, semua senyawa organik yang ditemukan belum diketahui strukturnya, sehingga untuk mengidentifikasi senyawa tersebut harus diberi nama.Para ahli kimia memberi nama senyawa organik tersebut lebih ditekankan pada sifat,dan asal.
Ketika banyak senyawa yang ditemukan atau yang disintesis terasa makin sukar pada pemberian nama senyawa organik dengan nama travial. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, para ahli kimia membuat suatu peraturan untuk tata nama kimia organik tersebut yang dibuat di Jenewa pada tahun 1982. Nama-nama itu disebut sebagai nama sistematik. Sistem yang dikembangkan tersebut dinamakan sistem nomenkaltur IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry).
  
B.     ISOMER STRUKTURAL
Isomer struktural adalah senyawa dari rumus kimia yang sama tetapi memiliki struktur dan sifat yang berbeda berdasarkan pada konstituen atom mereka diurut. Isomer struktural karbon tidak hanya dibatasi pada karbon dan hidrogen, meskipun mereka adalah contoh paling terkenal dari isomer struktural. Di rumah pun bisa kita temukan contoh isomer struktural, seperti C3H8O (isopropil alkohol) atau biasa diidentifikasi sebagai alkohol. Selain itu ada n-propil alkohol, bahkan eter metiletil. Apa yang membuat kelimpahan bentuk seperti isomer adalah kemampuan atom dari beberapa unsur terutama karbon, untuk bergabung satu sama lain. Hal ini disebabkan sifat dari ikatan antara atom.  Jenis-jenis isomer struktural:
1.      Isomer Rangka
Merupakan isomer yang terjadi karena perbedaan rangkanya, biasanya terjadi antara senyawa rantai lurus dengan senyawa rantai bercabang, bisa pula antar senyawa yang memiliki cabang, namun berbeda pada posisi dan jumlah cabang.

Contoh: Butana memiliki dua isomer yairu normal butana (n-butana) dan isobutana (2-metilpropana).






2.      Isomer Posisi
Adalah isomer yang terjadi karena perbedaan posisi ikatan rangkap. Isomer ini hanya terjadi pada hidrokarbon tak jenuh (alkena dan alkuna). Contoh: Butena memiliki dua isomer posisi yaitu, 1-butena dan 2-butena.






3.      Isomer fungsional
Adalah isomer yang mengandung gugus fungsional yang berbeda. Contoh: rumus molekul C3H6O dapat berupa propanal (aldehid) atau propanon (keton).
2.      Isomer Geometri
Adalah isomer yang disebabkan oleh perbedaan penataan ruang atom-atom dalam molekul. Isomer geometri hanya terjadi pada senyawa yang memiliki ikatan yang kaku dengan dua sisi yang berlainan. Isomer geometri hamya terjadi pada senyawa alkena.

A.    ISOMER ALKANA
Struktur alkana dapat berupa rantai lurus atau rantai bercabang. Alkana yang mengandung tiga atom karbon atau kurang tidak mempunyai isomer seperti CH4, C2H6, dan C3H8, karena hamya memiliki satu car untuk menata atom-atom dalam struktur ikatannya sehingga memiliki rumus molekul dan rumus struktur molekul sama.
Contoh: Senyawa dengan rumus molekul C4H10  mempunyai dua struktur yang berbeda, yaitu:


Kemampuan atom-atom karbon membentuk ikatan yang kuat dan tabil dengan atom-atom karbon lain menghasilkan isomer-isomer struktur dengan jumlah yang sangat banyak. Alkana dengan rumus molekul C5H12 mempunyai tiga isomer struktur, alkana dengan rumus molekul C10H22 dan C25H52 berturut-turut mempunyai 75 dan 37 juta isomer struktur.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin bertambah jumlah atom C pada rumus molekul suatu alkana, maka semakin banyak isomernya.
Contoh isomer geometri pada alkena:

Nama: trans-2 pentena
Nama: cis-2 pentena

6 komentar:

  1. assalamualaikum wr. wbsaya akan mencoba menambahkan pada postingan anda yaitu tentang reaksi grignard,
    Reaksi Grignard adalah organologam reaksi kimia di mana alkil , vinil , atau aril - magnesium halida(pereaksi Grignard) menambah sebuah karbonil . Kelompok aldehida atau keton. Reaksi ini merupakan alat penting untuk pembentukan ikatan karbon-karbon. Reaksi halida organik dengan magnesium bukan reaksi Grignard, tetapi menyediakan reagen Grignard.


    Reagen Grignard membentuk melalui reaksi alkil atau aril halida dengan magnesium logam . Reaksi dilakukan dengan menambahkan halida organik untuk suspensi magnesium dalam ether pelarut, yang menyediakan ligan diperlukan untuk menstabilkan senyawa organomagnesium . Bukti empiris menunjukkan bahwa reaksi berlangsung pada permukaan logam. Reaksi berlangsung melalui transfer elektron tunggal . Dalam reaksi pembentukan Grignard, radikal dapat diubah menjadi karbanion melalui transfer elektron kedua
    R-X + Mg → R-X • - + Mg • +
    R-X • - → R • + X -
    R • + Mg • + → RMG +
    RMG + + X - → umum RMgX
    Keterbatasan reagen Grignard adalah bahwa mereka tidak mudah bereaksi dengan alkil halida melalui mekanisme S N 2. Di sisi lain, mereka mudah berpartisipasi dalam transmetalation reaksi: Umum
    RMgX + Alx → ALR + MGX 2
    Untuk tujuan ini, tersedia secara komersial reagen Grignard sangat berguna karena rute ini menghindari masalah dengan inisiasi. Reaksi paling Grignard dilakukan dalam pelarut halus, terutama eter dietil dan THF . Dengan chelating dieter dioksan , beberapa reagen Grignard menjalani reaksi redistribusi untuk memberikan senyawa diorganomagnesium (R = gugus organik, X = halida): Reaksi ini dikenal sebagai keseimbangan Schlenk .RMgX + dioksan ⇌ R 2 Mg + MGX.
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelumnya terimakasih kepada saudari Lukita yang telah menambahakna materi dari blog saya, sehingga materi blog saya lebih lengkap.

      Hapus
  2. Blog anda sudah Bagus, tapi saya izin bertanya tolong jelaskan alasan kenapa dalam pemberian nama pada senyawa lebih menekankan pada sifat dan asal??
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sebelumnya kepada saudari Eki yang telah bertanya. Disini saya akan mencoba menjawab pertanyaan saudari mengapa dalam pemberian nama senyawa lebih ditekankan pada sifat dan asalnya. Biasanya untuk pemberian nama senyawa yang berdasarkan asalnya, maksudnya disini nama senyawa tersebut diberikan berdasarkan penemu dari senyawa tersebut. Sedangkan untuk berdasarkan sifat, contohnya senyawa asam formiat (asam semut) yang dalam bahasa Latin yaitu formica yang berarti semut. Pemberian nama asam formiat yaitu berdasarkan sifatnya yang bersifat asam dan berasal dari semut dan terkandung di dalam sengat lebah. Sekian penjelasan dari saya.

      Hapus
  3. Mengapa pada isomer geometri hanya terjadi pada senyawa alkena ? Dan bisakah gambarkan contoh isomer geometri pada senyawa alkena? Tolong jelaskan juga apa maksud dari senyawa yang memiliki ikatan kaku? Karna saya kurang mengerti. Trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Isomer geometri adalah isomer yang terjadi pada dua molekul yang mempunyai rumus molekul sama, tetapi berbeda dalam penataan atom atom dalam ruang. Selalu ingat bahwa sebenarnya molekul molekul itu ada pada ruang tiga dimensi yang atom atomnya berikatan dengan penataan sedemikian rupa. Isomer geometri terjadi karena ketegaran (rigidity) dalam molekul dan hanya dijumpai dalam dua kelompok senyawa yaitu alkena dan senyawa siklik.

      Jika suatu gugus atau atom terikat oleh ikatan sigma saja (sp3, umumnya pada senyawa yang berikatan tunggal), maka gugus atau atom yang terikat tersebut dapat berputar sedemikian rupa sehingga bentuk molekulnya akan selalu sama.
      Untuk jawaban gambar dari isomer geometri akan saya masukkan ke dalam blog saya.

      Hapus