KLASIFIKASI
SENYAWA ORGANIK
1.
SENYAWA RANTAI TERBUKA
Senyawa ini mengandung
sistem rantai terbuka dari atom karbon dan hidrogen. Rantai dapat berupa rantai
lurus (tidak bercabang) atau bercabang. Senyawa rantai terbuka juga disebut
senyawa alifatik. Alifatik berasal dari bahasa Yunani aleiphar yang berarti lemak,
sebagaimana senyawa ini sebelumnya diperoleh dari lemak hewani atau nabati,
atau memiliki sifat seperti lemak. Contoh senyawa rantai lurus:
CH3-CH2-CH2-CH3
Hidrokarbon alkana,
alkena dan alkuna adalah senyawa alifatik. Kebanyakan senyawa yang mengandung
cincin adalah senyawa aromatik. Dengan demikian, senyawa alifatik adalah
kebalikan dari senyawa aromatik. Hidrokarbon dapat lebih diklasifikasikan
menjadi empat jenis berdasarkan struktur, yaitu:
1. ALKANA
Alkana
adalah hidrokarbon dengan rantai terbuka dan mempunyai ikatan tunggal sehingga
disebut Hidrokarbon Alifatis Jenuh. Alkana juga disebut parafin yang berarti
mempunyai daya alifatis kecil (sukar bereaksi). Rumus umum alkana: CnH2n+2.
Deret
homolog alkana adalah suatu golongan atau kelompok senyawa karbon dengan rumus
umum yang sama, mempunyai ifat yang mirip dan antar suku-suku berturutannya
mempunyai beda CH2 atau dengan kata lain merupakan rantai terbuka
tanpa cabang atau dengan cabang yang nomor cabangnya sama. Sifat-sifat deret
homoloh alkana:
·
Mempunyai sifat kimia
yang mirip
·
Mempunyai rumus umum
yang sama
·
Perbedaan Mr antara 2
suku berturutannya sebesar 14
·
Makin panjang rantai
karbon, maka makin tinggi titik didihnya
2. ALKENA
Alkena merupakan
senyawa hidrokarbon terpanjang yang mengandung ikatan rangkap dua pada rantai
karbonnya. Rumus umum alkena adalah: CnH2n.
Tata nama alkena menurut IUPAC:
·
Rantai utama diambil
rantai karbon terpanjang yang mengandung ikatan rangkap dua. Ikatan rangkap dua
diberi nomor sekecil mungkin.
·
Rantai cabang diberi
nomor menyesuaikan nomor ikatan rangkap dua.
Sifat-sifat
alkena:
a. Titik
didih alkena mirip dengan alkana, makin bertambah jumlah atom C, harga Mr makin
besar maka titik didihnya makin tinggi.
b. Alkena
mudah larut dalam pelarut organik tetapi sukar larut dalam air.
c.
Alkena dapat bereaksi
adisi dengan H2 dan halogen (F2, Cl2, Br2,
I2). Adisi alkena dengan H2 contohnya CH=CH2+H2 CH3, etana
Contoh adisi alkena dengan halogen:
3. ALKUNA
Alkuna
merupakan senyawa hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap tiga pada rantai
karbonnya. Rumus umum alkuna adalah: CnH2n-2.
Berdasarkan sususnan
atom karbon dalam molekulnya, senyawa kaarbon terbagi dalam 2 golongan besar,
yaitu senyawa alifatik dan senyawa siklik.
b.
Senyawa hidrokarbon
alifatik adalah senyawa karbon yang rantai C nya terbuka, dan rantai C tersebut
memungkinkan bercabang. Berdasarkan jumlah ikatannya, senyawa hidrokarbon
alifatik terbagi menjadi senyawa alifatik jenuh dan tidak jenuh.
·
Senyawa alifatik jenuh
adalah senyawa alifatik yang rantai C nya hanya berisi ikatan-ikatan tunggal
saja (alkana).
·
Senyawa alifatik tak
jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya terdapat ikatan rangkap dua
(alkena) atau rangkap tiga (alkuna).
a. Senyawa
hidrokarbon siklik adalah senyawa hidrokarbon yang rantai C nya melingkar dan
lingkaran itu mungkin juga mengikat rantai samping. Senyawa ini terbagi lagi
menjadi dua, yaitu senyawa alisiklik dan aromatik.
·
Senyawa alisiklik yaitu
senyawa karbon alifatik yang membentuk rantai tertutup.
·
Senyawa aromatik yaitu
senyawa karbon yang terdiri dari 6 atom C yang membentuk rantai benzena.
2.
SENYAWA RANTAI TERTUTUP
Senyawa ini mengandung
satu atau lebih rantai tertutup (cincin) dan dikenal sebagai senyawa siklik
atau cincin. Senyawa rantai tertutup terdiri dari dua jenis:
a.
Senyawa homosiklik
Senyawa-senyawa dimana
cincin hanya terdiri dari atom karbon disebut senyawa homosiklik. Senyawa
homosiklik senyawa homosiklik atau
senyawa karbosiklik dibagi lagi menjadi senyawa alisiklik dan senyawa aromatik.
Ø Senyawa
alisiklik (senyawa karbon alifatik yang membentuk rantai tertutup).
Ø Senyawa
aromatik (senyawa karbn yang terdiri dari 6 atom C yang membentuk benzena).
b.
Senyawa heterosiklik
Apabila ada lebih dari
satu jenis atom berada dalam satu senyawa cincin, maka disebut senyawa
heterosiklik. Dalam senyawa ini umumnya satu atau lebih atom unsur seperti
Nitrogen, Oksigen, atau Sulfur ada di dalam cincin. Atom selain karbon yaitu N,
O, atau S yang ada dalam cincin disebut
heteroatom. Senyawa heterosiklik dengan lima dan enam atom disebut sebagai
heterosiklik beranggota lima dan enam. Contohnya piridin, furan, tiofen, pirol.
Senyawa heterosiklik
kemudian diklasifikasikan sebagai monosiklik, bisiklik, dan trisiklik
tergantung pada jumlah atom penyusun cincin satu, dua atau tiga. Hidrokarbon
dapat lebih diklasifikasikan menjadi empat jenis berdasarkan struktur, yaitu:
c.
Tata nama senyawa heterosiklik
Sama seperti senyawa
polisiklik aromatik, senyawa heterosiklik aromatik juga memiliki nama tertentu
sebagai berikut:
Penataan nama senyawa
heterosiklik menggunakan sistem penomoran. Nomor terendah sedemikian rupa
diberikan kepada atom selain karbon yang terkandung dalam cincin. Contoh:
Penataan nama juga dapat menggunakan
huruf Yunani untuk subsituen mono, sama seperti pada senyawa polisiklik
aromatik.
Purin
merupakan kerangka dasar pembentukan adenine dan guanine (senyawa pembentuk
DNA) 1 piridine (Cincin 6 anggota).
Senyawa heterosiklik dengan enam
anggota yang paling umum adalah piridin. Piridin memiliki struktur sama dengan
benzena, berupa cincin datar dengan lima atom karbon dan satu atom nitrogen.
Setiap atom dalam cincin terhibridisasi secara sp2. Oleh karena
piridin memiliki satu atom nitrogen yang bersifat elektronegatif maka senyawa
piridin bersifat polar, sedangkan benzena bersifat nonpolar. Ikatan dalam
piridinyang menunjukkan persamaan dengan ikatan yang terdapat dalam benzena.
Akan tetapi, ada suatu perbedaan yaitu sifat elektronegatif nitrogen dari
piridin akan mengurangi sejumlah elektron dari cincin yang menyebabkan cincin
karbon kurang negatif. Oleh karena kurang elektron dalam cincin karbonnya,
piridin tidak mudah mengalami reaksi subsitusi aromatic electrofil. Perbedaan
lain antara piridin dan benzena adalah dalam piridin terdapat pasangan elektron
sunyi piridin, seperti amina alifatik.
Piridin tidak dapat dialkilasi atau
diasilasi seperti pada benzena melalui reaksi Friedel-crafts. Piridin dapat
disubsitusi oleh bromin hanya pada suhu tinggi dalam fasa uap sehingga diduga
reaksi berlangsung melalui pembentukan radikal bebas. Reaksi subsitusi terjadi
pada posisi karbon nomor 3.
Kesamaan lainnya
antar piridin dan bezena adalah keduanya tahan terhadap serangan oksidasi.
Reaksi oksidasi dapat terjadi pada gugus samping, sedangkan cincinnya tetap
utuh.
mengapa pada Kesamaan lainnya antar piridin dan bezena adalah keduanya tahan terhadap serangan oksidasi ?
BalasHapusmengapa Piridin tidak dapat dialkilasi atau diasilasi seperti pada benzena melalui reaksi Friedel-crafts?
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudari Anisa Puspita,hal ini mungkin dikarenakan sifat piridin yang polar sedangkan benzena bersifat nonpolar.
HapusPostingan tentang materi ini sudah cukup bagus akan tetaoi contoh-contoh yang anda sajikan kurang jelas dan kurang banyak, seharusnya dalam materi penamaan atau sistem numenklaturini harus disertai banyak contoh agar pembaca lebih memahami materi tersebut, terimakasih
BalasHapusTerimakasih atas saran dan masukan dari saudari Nadila,dari masukan saudari untuk kedepannya saya bisa lebih teliti.
Hapus