STREOKIMIA
- Konfigurasi
Mutlak
Konfigurasi Mutlak
adalah penataan yang sesungguhnya dari atom-atom di dalam ruang tiga dimensi.
- Konfigurasi
Relatif
Konfigurasi relatif adalah
konfigurasi yang membandingkan penataan atom-atom dalam ruang tiga dimensi
dalam suatu senyawa dengan yang lainnya. Konfigurasi relative menggunakan arah
orientasi D (dekstro) dan L (levo). Dekstro memutar kekanan (+) dan levo
memutar kekiri (-). Sistem penggambaran
konfigurasi relative dengan menggunakan ketentuan Proyeksi Fischer.
Penggambaran molekul dalam bentuk tiga dimensinya disebut Proyeksi Fischer yang ditemukan oleh seorang
ilmuwan bernama Emil Fischer.
Dalam menggambarkan struktur proyeksi
fischer harus memperhatikan beberapa
aturan, antara lain:
1. Gugus – gugus yang diletakkan
horizontal adalah gugus- gugus yang mendekati pengamat.
2. Gugus
– gugus yang diletakan vetikal adalah gugus – gugus yang menjauhi pengamat.
3. Hetero
atom ( atom selain C dan H) diletakkan pada garis horizontal. Sedangkan carbon
diletakkan pada garis vertikal.
4. Carbon dengan dengan bilangan
oksidasi lebih tinggi diletakkan diatas.
(Konfigurasi R
dan S senyawa khiral)
Senyawa
karbon kadang memiliki yang namanya C khiral. Apa yang dimaksud dengan C
khiral?
C khiral adalah
atom karbon yang mengikat 4 atom atau 4 gugus yang berbeda.
Contohnya adalah
lihat gambar berikut:
Atom C nomor 1
merupakan atom C khiral karena atom C tersebut mengikat 4 atom yang berbeda
yaitu atom H, atom I, atom O, dan atom C.
Dalam
senyawa C khiral ini dapat memutar bidang polarisasi ke arah kanan (searah
jarum jam) dan ke arah kiri (berlawanan arah jarum jam). Yang memutar bidang
polarisasi ke arah kanan di kenal dengan nama R, sedangkan yang memutar ke kiri
adalah S.
Bagaimana
penentuan konfigurasi streokimia R dan S tersebut?
Penentuan
konfigurasi R dan S, dilakukan terlebih dahulu dengan cara menentukan prioritas
utama dari keempat atom atau gugus yang terikat pada atom c khiral tersebut.
Prioritas
ditentukan dari atom atau gugus yang terikat pada C khiral dengan jumlah
elektron terbanyak. Contoh
antara atom I dan atom O, maka yang menjadi prioritas pertama adalah atom I
kemudian atom O.
Jadi
untuk contoh berdasarkan gambar di atas, yang menjadi priritas pertama adalah
atom I, kemudian atom O, lalu atom C, dan terakhir adalah atom H.
Setelah
kita menentukan urutan prioritas, maka atom dengan prioritas terakhir, harus
dibawah ke belakang kita.
Selanjutnya
kita memutar atom dengan prioritas utama (priorotas 1) ke arah priorotas 2 dan
priorotas 3. Jika arah putaran searah jarum jam maka sterokimianya
(konfigurasinya) adalah konfigurasi R. Demikian pula sebaliknya, jika memutar
berlawan arah jarum jam, maka konfigurasinya adalah konfigurasi S.
Berdasarkan
gambar di atas, maka konfigurasi atom C khiral tersebut adalah konfigurasi S,
karena arah perputaran dari atom I, ke atom O, dan atom C adalah berlawanan
arah jarum jam (memutar ke arah kiri).
Cara Menentukan Konfigurasi R/S :
1. Diurutkan keempat gugus atau atom
yang terikat pada atom C kiral, sesuai urutan prioritas aturan deret
Chan-Ingold-Prelog.
2. Diproyeksikan molekul itu sedemikian
sehingga gugus yang berprioritas rendah kebelakang.
3. Dipilih gugus dengan prioritas
tertinggi dan ditariklah satu anak panah bengkok ke gugus dengan prioritas
tertinggi berikutnya.
4. Jika panah ini searah jarum jam,
maka konfigurasinya adalah R, jika berlawanan arah konfigurasi S.
C. Pemisahan Suatu
Campuran Rasemik
Campuran
rasemik merupakan suatu campuran yang mengandung sepasang enantiomer dalam jumlah yang
sama. Sepasang enentiomer itu adalah enantiomer R dan enentiomer S.
Mungkin
sebagian masyarakat kurang memperhatikan sifat optis
suatu senyawa organik, padahal reaksi kimia dalam sistem biologis makhluk hidup sangat
stereospesifik. Artinya suatu stereoisomer akan menjalani reaksi yang berbeda
dengan stereoisomer pasangannya dalam sistem biologis makhluk hidup. Bahkan
terkadang suatu stereoisomer akan menghasilkan produk yang berbeda dengan
stereoisomer pasangannya dalam sistem biologis makhluk hidup.
Dalam
kebanyakan reaksi di laboratorium, seorang ahli kimia menggunakan bahan baku
akiral ataupun rasemik dan memperoleh produk akiral dan rasemik. Oleh karena
itu sering kiralitas (atau tiadanya kiralitas) pereaksi dan produk diabaikan
dalam bab-bab berikutnya.
Berlawanan
dengan reaksi kimia di laboratorium, kebanyakan reaksi biologis mulai dengan pereaksi kiral atau akiral
dan menghasilkan produk-produk kiral. Reaksi biologis ini dimungkinkan oleh
katalis biologis yanh disebut enzim, yang bersifat kiral. Sepasang enantiomer
mempunyai sifat-sifat kimia yang sama kecuali dalam hal antraksi dengan zat-zat
kiral lain. Karena enzim bersifat kiral, maka enzim dapat sangat selektif dalam
keguatan katalitiknya. Misalnya, bila suatu organisme mencerna suatu campuran
alanina rasemik maka hanya (S)-alanina ang tergabung ke dalam bangunan protein.
(R)-alanina tidak digunakan dalam protein, malahan alanina oni dengan bantuan
enzim lain dioksidasi menjadi suatu asam keto serta memasuki bagan metabolisme
lain.
Dalam laboratorium
pemisahan fisis suatu campuran rasemik menjadi enantiomer-enantiomer murni
disebut resolusi (atau resolving) campuran rasemik itu. Pemisahan natrium
amonium tartarat rasemik oleh Pasteur adalah suatu resolusi campuran tersebut.
Enantiomer-enantiomer yang mengkristal secara terpisah merupakan gejala yang
sangat jarang, jadi cara Pasteur tidak dapat dianggap sebagai suatu teknik yang
umum. Karena sepasang enantiomer itu menunjukkan sifat-sifat fisika dan kimia
yang sama, maka tidak dapat dipisahkan dengan cara kimia atau fisika biasa.
Sebagai gantinya, ahli kimia terpaksa mengandalkan reagensia kiral atau katalis
kiral (yang hampir selalu berasal dari dalam organisme hidup).
Suatu cara
untuk memisahkan campuran rasemik adalah mengolah campuran itu dengan suatu
mikroorganisme yang hanya akan mencerna salah satu dari enantiomer itu.
Misalnya (R)- nikotina murni dapat diperoleh dari (R)(S)- nikotina dengan
menginkubasi campuram rasemik itu dengan bakteri Pseudomonas Putida yang
mengoksidasi (S)- nikotina tetapi tidak (R)-enantiomer.
Contoh dari campuran rasemik yaitu:
Contoh dari campuran rasemik yaitu:



materi yang disampaikan menurut saya sudah lengkap dan jelas, hanya saja akan lebih baik lagi jika di beri contoh senyawa rasemik dan struktur senyawanya. terima kasih
BalasHapusTerimakasih untuk saudari Anisa Puspita,saya akan memberikan contoh senyawa rasemik. Contoh senyawa rasemik atau senyawa rasemat adalah obat verapamil
BalasHapusmateri yang disampaikan sudah baik, namun saya masih kurang mengerti dengan penjelasan anda tentang campuran resemik ?
BalasHapusPada bagian yang mananya saudari Nova tidak mengerti?
Hapusassalamuaalaikum, saya akan sedikit menjelaskan tentang memisahkan campuran resemik dapat di pisahkan dengan cara duastromer, diastromer adalah senyawa yang berlainan dengan sifat fisika. jadi sepasang diasteromer dapat di pisahkan dengan cara fisika biasa seperti kritalisasi. semoga dapat membantu.
Hapusmohon izin comment, materi anda pada bagian campuran resemik kurang diberikan gambar dan contonya menurut saya adalah kunci jika dijelaskan ..
BalasHapusUntuk jawaban saudara masbun,contoh dari campuran rasemik sudah saya masukkan ke blog saya, terimakasih atas saran anda.
Hapus